Cara Meningkatkan Penjualan Usaha

Secara Konsisten 

Melalui Website & Aplikasi Terintegrasi

  Survei pada 1 juta UKM di US,

40% Jatuh (tutup) di tahun ke-2

80% jatuh (tutup) di tahun ke-5

96% jatuh (tutup) di tahun ke-10

 Hanya 4% yang bertahan,

Mengapa bisa?

Sumber :

The E Myth Revisited, Why Most Small Bussiness Don’t Work and What To Do About it (Oleh : Michael E Gerber)

Assalamualaikum. Perkenalkan saya Muhammad Arif Setianto, founder dari Arkinar.co.id. Teman-teman bisa lihat profil facebook saya di sini https://www.facebook.com/m.arif.setianto

Kenapa 96% bisnis gagal dan bagaimana cara meningkatkan omset usaha? Dua hal tersebut sebenarnya berkaitan. Gerber menjelaskan bahwa banyak pengusaha kecil yang berhasil meningkatkan omset namun gagal mempertahankan bisnisnya. Kok bisa?

 

Karena peningkatan omset yang tidak diikuti dengan peningkatan level bisnis dan kualitas owner (scale up) adalah sebuah peningkatan semu.

 

Agar kita bisa meningkatkan omset usaha secara konsisten, ada 6 hal yang perlu anda lakukan sbb :

 

(1) Pahami Business Model Canvas.

(2) Pahami Trend Global

(3) Beranjaklah dari Level Teknisi

(4) Perluas Jalur Distribusi Secara Kreatif

(5) Miliki Key Partner Yang Bisa Membantu anda

(6) Susun Ulang Model Bisnis Usaha anda

 

1. Pahami Business Model Canvas

 

Konsep ini dibuat bersama oleh 470 praktisi dari 45 negara dan ditulis oleh Aexander Osterwalder & Yves Pigneur. Business Model Canvas berisi 9 kanvas, yaitu Customer Segments, Value Propositions, Channels, Customer Relationship, Revenue Streams, Key Activities, Key Resources, Key Partners, Cost Structure.

 

 

 

1.1. Customer segment.

Pada kanvas ini, anda harus bisa menjabarkan secara rinci siapa saja yang sudah/akan menjadi pelanggan bisnis Anda. Interval umur berapa? Hobi dan minat mereka apa? Dari golongan pendapatan berapa? Dari komunitas apa? Punya perilaku khusus apa? Dengan membagi segmen konsumen, Anda bisa mengerti dan menangkap kebutuhan khusus mereka

 

 

1.2. Value Proposition

Pada kanvas ini, anda harus bisa menjabarkan manfaat apa yang akan didapatkan konsumen anda jika mereka memilih bisnis anda. Lalu, nilai apa yang menjadi pembeda atau penambah jika dibandingkan produk/jasa sejenis lainnya.

 

 

1.3. Channels

Pada kanvas ini, anda harus bisa menciptakan atau memilih cara yang paling tepat dan efisien  untuk menyampaikan value proposition kepada konsumen. Makin kreatif Anda menciptakan channel penjualan makin besar peluang Anda untuk unggul dalam persaingan. Cara peningkatan omset ada dalam kanvas ini. Lanjut dulu

 

 

1.4. Customer Relationship

Pada kanvas ini, anda harus bisa menciptakan atau memilih cara  untuk terus berhubungan dan semakin mempererat hubungan dengan konsumen agar mereka loyal dan setia. Banyak pengusaha yang gagal di kanvas ini dengan terus melakukan ekspansi konsumen baru namun lupa mempertahankan konsumen lama. Konsumen lama anda adalah peluang untuk meningkatkan omset melalui repeat order (pembelian ke-2, 3 dst)

 

 

1.5. Revenue Streams

Pada kanvas ini, anda harus bisa menjelaskan dari mana anda akan mendapatkan arus pendapatan (revenue stream). Dari sinilah akan tergambar darimana Anda menghasilkan uang atau keuntungan. Jenis Produk/jasa  apa saja yang punya sumbangan keuntungan terbesar. Sehingga kita tahu produk/Jasa mana yang seharusnya kita prioritaskan.

 

 

1.6. Key Resource

Pada kanvas ini, anda harus bisa menjelaskan sumber daya apa saja yang harus Anda punyai agar key activities bisnis Anda bisa dijalankan dan value proposition dapat disampaikan kepada konsumen yang tepat.

 

 

1.7. Key Activities

Pada kanvas ini, anda harus bisa membuat daftar kegiatan apa saja yang harus dilakukan dalam bisnis. Rincikan apa saja kegiatan utama dan apa saja kegiatan pendukung.  Dari daftar ini akan terlihat berapa SDM yang Anda butuhkan sekaligus cara manajemen waktu.

 

 

1.8. Key Partnership

Pada kanvas ini, anda harus bisa menjelaskan dan memilih pihak-pihak yang bisa Anda ajak kerjasama untuk mendukung dan mengoptimalkan Key Resorce. Jika anda benar dalam merumuskannya, ini akan bisa  berdampak pada peningkatan omset, pengurangan biaya dan menambah pendapatan.

 

 

1.9. Cost Structure

Pada kanvas ini, anda harus bisa menjelaskan biaya-biaya apa saja yang harus Anda keluarkan. Contohnya, membayar gaji pegawai, biaya telepon, biaya operasional, pajak, konsultan, outsorcing pihak ketiga dan lain sebagainya. Model bisnis Anda layak untuk dilakukan bila total kanvas lebih kecil dibanding Revenue streams.

 

2. Pahami Trend Global

 

Bagi anda yang sudah remaja saat era 80-90 an tentu tidak asing dengan nama KODAK. kodak adalah penguasa produk fotografi film dari teknologi analog sebelum fotografi digital mulai populer. Sayangnya karena keengganan manajemen untuk memahami trend dan melihat kondisi luar membuat mereka tergilas dengan teknologi fotografi digital. Kodak sudah melihat fenomena itu saat Sony merilis kamer digital pertamanya tahun 1981, namun justru memilih untuk mengembangkan foto analog. Kodak bangkrut bukan karena dikalahkan foto digital namun karena ingin mengalahkan foto digital.

Begitu juga dengan industri lainnya mau tidak mau harus menyesuaikan dengan perkembangan digital. Diperkirakan gelombag baru akan dimulai lagi pada tahun 2020 dimana semua perusahaan yang masih bisa selamat sampai saat ini tetap akan punah jika tidak bisa “berubah” dan mau “berselancar” dengan gelombang Digital.

 

Bagaimana dengan usaha anda? Apakah tampaknya baik-baik saja? Silahkan lihat data berikut

 

Ini adalah data tahun 2016 yang kami dapat dari Asosiasi Penyelenggara Internet Indonesia (APJII). Dimana ada 82,2 juta orang yang sudah akrab berbelanja di toko online dan 45,3 juta di bisnis personal. Silahkan anda cermati data tersebut.  Ada peluang pasar yang sangat besar yang jika anda terlambat menyadarinya anda akan menyesal di ujung gelombang.

 

Penggunaan website dan aplikasi menjadi sebuah keharusan bagi pemilik bisnis untuk bisa mengikuti perubahan arus digital. Punya website dan Aplikasi bagi pengusaha itu seperti rumah atau toko milik sendiri dengan sertifikat hak milik. Sedangkan jualan via sosmed atau marketplace itu seperti lapak pasar yang ramai dilalui calon pembeli.

 

Kita butuh punya keduanya, kita butuh cashflow dari hasil jualan kita di lapak sebelum identitas (Brand) dari web/app kita kuat. Dengan punya web/app ketika terjadi perubahan kebijakan dari pemilik lapak atau lapak anda digusur, agan masih punya rumah sendiri. Web/app itu asset yang didalamnya kita bisa kumpulin data email atau facebook pixel, WA atau telp yang juga merupakan aset penting utk pelaku online.

 

Berjualan di masa depan akan begitu mudah dan murah, bagi mereka yang sadar dan tahu caranya.

3. Beranjaklah dari Level Teknisi

 

Apa perbedaan antara teknisi, manajer dan enterpreneur? Teknisi bekerja sebagai kunci operasional dalam bisnis, seperti pemilik barbershop yang masih harus ikut memotong rambut pelanggannya. Manajer sudah berada pada fungsi kontrol dan pengaturan proses operasional bisnis, sedangkan enterpreneur memantau pekerjaan manajer dan bekerja di wilayah strategi dan perencanaan.

 

Ciri dari enterpreneur dan beberapa manajer level atas adalah berani melatih dan mendelegasikan pekerjaan yang memang harus didelegasikan. Seperti dalam studi kasus pembuatan website atau aplikasi penunjang bisnis, sebagai orang yang berada pada fungsi strategis, enterpreneur hanya  memutuskan penting atau tidak hal tersebut di kerjakan, sedangkan teknis pengerjaan tentunya anda akan memilih menyerahkan kepada orang yang mampu mengerjakannya. Dengan begitu dia bisa menyimpan waktu anda untuk melakukan hal-hal strategis lainnya.

4. Perluas Jalur Distribusi Secara Kreatif

 

Ternyata kemampuan kita untuk mendefinisikan siapa konsumen kita dan bagaimana menyampaikan produk/jasa kita kepada mereka merupakan hal utama yang perlu kita definisikan dulu. Banyak yang gagal karena keterbatasan pengetahuan atau keengganan berubah.

 

Jalur distribusi (channel) online memberikan peluang besar bagi siapa saja untuk dapat men-delivery produk/layanannya kepada segment market yang sesuai.

 

Mempunyai aplikasi bisnis yang terintegrasi dengan web merupakan langkah maju ditengah gempuran digital disruption. Selain akan membantu kita dalam meningkatkan reputasi (trust) dari calon pelanggan, website yang terintegrasi dengan aplikasi akan mempermudah kita dalam memasarkan produk/layanan secara lebih luas.

 

Secara spesifik, berikut 9 alasan kenapa anda harus mempunyai aplikasi yang terintegrasi dengan web :

 

1) Ceruk Market Baru

Dengan mempunyai aplikasi android anda akan menjangkau ceruk market baru dari segmen yang anda target.

 

2) Pengguna Yang Loyal

Pengguna app butuh manfaat yang nyata dari fitur dan konten yang anda tawarkan. Dan begitu aplikasi anda sudah tertanam di HP, mereka akan bawa kemanapun mereka pergi bersama dompet dan kunci rumah.

 

3) Kompetisi Rendah

Tingkat kompetisi pasar android masih rendah dibading persaingan website. Hal ini dikarenakan tidak semua orang mampu membuat aplikasi. Sedangan jasa pembuatan aplikasi biasanya harganya mahal.

 

4) Edit dan Update Mudah

Dengan adanya integrasi, anda tidak perlu repot jika mau mengedit konten atau produk. Cukup melalui satu pintu panel admin (bisa lewat browser atau aplikasi admin) dan keduanya sudah terupdate.

 

5) Platform Yang Kuat

Google Play Store adalah platform online andalan Google dimana saat ini merupakan bisnis utama yang mendominasi pasar mobile phone dunia. Tentunya anda sudah mengenal siapa Google.

 

6) Reputasi dan Kepercayaan

Berdasarkan riset Coupunrani, 92% konsumen ritel melakukan crosscek dulu melalui aplikasi dan web sebelum belanja. Dengan memiliki aplikasi maka usaha/toko online anda akan lebih bisa dipercaya.

 

7) Returning Visitor dan SEO

Kelemahan website adalah mudah dilupakan jika kita belum mempunyai brand yang kuat. Dengan mempunyai aplikasi, pengunjung toko online anda tidak akan kehilangan jejak url web. Returning visitor akan memperkuat posisi anda di google. Ini bisa dilakukan dengan aplikasi jenis webviewer yang akan saya jelaskan dibawah.

 

8). Tampilan Konten Yang Terfokus

Tampilan konten aplikasi yang cenderung Efektif, Simple dan Praktis membuat pengguna hanya akan fokus pada benefit yang anda tawarkan.

 

9) Trend Masa Depan

Riset Flurry memperlihatkan bahwa aplikasi mendapat porsi 92% akses dibanding browser yang hanya 8%. Dengan memiliki app di Google Playstore, bisnis anda siap menghadapi perubahan trend di masa depan.

 

Peluang pasar aplikasi begitu besar dengan kompetitor yang belum begitu banyak. Langkah maju anda dimulai dari sini. Arkinar menyediakan website gratis dan membantu membuatkan aplikasi android terintegrasi atas nama anda sendiri dan menguploadnya di Google Playstore sekaligus mempromosikannya kepada orang yang tepat sesuai bisnis anda.

Fitur Utama Website dan Aplikasi Arkinar

Fitur Toko Online/Barang Fisik

  • Premium Theme
  • Mobile Friendly
  • Unlimited Warna Theme
  • Unlimited Posting Produk dan Artikel
  • Shopping Cart
  • Banner & Slider
  • Hitung Diskon otomatis
  • Rating & Review Produk
  • Widget Kontak, Bank & Footer
  • Custom Header Logo
  • Facebook Login & Comment
  • Auto Send Mail Buyer & Admin
  • SMS Notifikasi
  • API Ongkir JNE, JNT, Wahana, Tiki, POS, Sicepat (REG,OKE,YES)
  • Aktif/Nonaktifkan Cart & Ongkir
  • Integrasi dengan DOKU dan IPAYMU
  • Aplikasi Android Terintegrasi (rilis di Google Playstore)
  • Aplikasi menampilkan URL Home/Shop
  • Aplikasi Admin Backend (Android)
  • Free Update

Fitur Bisnis Lokal/Jasa

  • Premium Plugin
  • Mobile Friendly
  • Unlimited Warna Theme
  • Unlimited Posting Produk/Layanan dan Artikel
  • Reservasi, Booking atau Janji Temu
  • Display jam kosong/sibuk layanan
  • Notifikasi Email ke Pelanggan & Admin
  • Petunjuk arah ke lokasi usaha melalui Google maps
  • Hubungi CS otomatis
  • Kirim Lokasi dari pelanggan untuk layanan delivery/ojek online
  • Set lokasi layanan/cabang
  • Gallery dan Portofolio
  • Shopping Cart
  • Pembayaran COD atau didepan dengan hitung diskon otomatis
  • Integrasi dengan DOKU dan IPAYMU
  • Aplikasi Android Terintegrasi (rilis di Google Playstore)
  • Aplikasi menampilkan URL kustom dengan button icon
  • Aplikasi Admin Backend (Android)
  • Free Update

Webview App

Mengkonversi website anda menjadi sebuah berkas paket aplikasi Android APK (Application Package File). Baik itu blog, toko online, lapak anda di marketplace atau web lainnya. APK adalah format berkas yang digunakan untuk mendistribusikan dan memasang software dan middleware ke ponsel dengan sistem operasi Android, mirip dengan paket MSI pada Windows. Fitur ini ditujukan buat anda yang sudah mempunyai website sendiri baik yang dibuat gratis di Arkinar maupun di platform lainnya. Pastikan sudah mobile friendly, cek disini

Aplikasi Admin

Anda bisa masuk ke dasbor admin untuk melakukan perubahan jenis layanan, merubah harga, menambah dan mengurangi jumlah produk, memasukkan jadwal/janji temu manual dari pelanggan yang datang secara offline, maupun mengedit redaksional. Melalui aplikasi Admin Arkinar anda tinggal memasukkan username dan password milik anda. Anda akan diarahkan ke dasbor web dan aplikasi masing-masing (berlaku untuk web yang dibuat di Arkinar). Silahkan download gratis disini

5. Miliki Key Partner Yang Bisa Membantu anda

 

Anda bisa memilih pihak-pihak yang bisa Anda ajak kerjasama untuk mendukung dan mengoptimalkan sumberdaya anda. Jika anda benar dalam merumuskannya, ini akan bisa  berdampak pada peningkatan omset, pengurangan biaya dan menambah pendapatan. Seperti contohya, daripada anda harus menggaji seorang programmer atau internet marketer untuk mendelivery produk/layanan anda bisa memilih mendelegasikan pekerjaan tersebut kepada rekanan anda seperti Arkinar.co.id

 

Apa Kata Mereka Tentang Arkinar?

6. Susun Ulang Model Bisnis Usaha anda

 

Setelah anda mengetahui hal-hal yang harus dilakukan seperti diatas. Kini saatnya melakukan bagian akhir, yakni menyusun ulang dan merevisi Model Bisnis Usaha Anda.

Berikut ini adalah contoh studi kasus bisnis model canvas yang disusun sebelum dan sesudah  dengan memasukkan layanan arkinar sebagai key partner untuk membantu channel distribusi produk/layanan kepada segmen yang dituju.

 

Contoh Bisnis Model Canvas Usaha Salon

Bisnis Model Salon Konvensional

Bisnis Model Salon Online

 

Contoh Bisnis Model Canvas Usaha Produsen dan Toko Sepatu

Bisnis Model Produsen/Toko Sepatu Konvensional

Bisnis Model Produsen/Toko Sepatu Online

Contoh Penerapan Untuk Berbagai Macam Jenis Usaha

Lihat demo atau studi kasus untuk mengetahui bagaimana Arkinar bisa bekerja untuk anda

 

Pilih Paket Sesuai Budget

WebsiteDitujukan bagi anda yang baru mulai bisnis dan belum punya web (UKM 1)
Rp.0Gratis selamanya
Buat Web sendiri
AndroidDitujukan bagi anda yang bisnisnya sudah jalan dan sudah punya web (UKM 2)
Rp.495rbSekali bayar
Sudah punya web jadi
ComboDitujukan bagi anda yang bisnisnya sudah jalan dan belum punya web (UKM 3)
Rp.990rbSelanjutnya Rp.390rb/Th
Web dan App Premium

Lihat Detail Paket

Belum Ada Budget? Mulai Dari Sini

Langkah maju anda dimulai dari sini, mulai dari buat sebuah web rintisan.

 

Buat Web Gratis 

Lewat ke baris perkakas